Pengertian Pupuk Kompos, Jenis, dan Kegunaannya Untuk Tanaman

Pengertian Pupuk Kompos, Jenis, dan Kegunaannya Untuk Tanaman

Pengertian Pupuk Kompos

Pengertian Pupuk Kompos, Jenis, dan Kegunaannya Untuk Tanaman – Sahabat bertani, pasti sudah tidak asing dengan pupuk kompos. Apa sih pupuk kompos itu?? yuk simak ulasannya…

Menurut KBBI pengertian pupuk kompos adalah pupuk campuran yang terdiri atas bahan organik (seperti daun dan jerami yang membusuk) dan kotoran hewan.

Sedangkan menurut Wield (2014), pupuk kompos adalah pupuk organik yang dapat dibuat dari bahan-bahan hijau dan bahan organik lainnya yang ditambahkan dengan sengaja sehingga proses pembusukan akan lebih cepat.

Secara sederhana, pengertian pupuk kompos adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik yang telah mengalami penguraian atau pelapukan oleh mikroorganisme maupun makroorganisme.

Bahan Pembuatan Kompos

Bahan organik yang digunakan dalam membuat pupuk kompos bisa berasal dari limbah pertanian, limbah industri maupun limbah rumah tangga.

Bahan organik yang berasal dari limbah pertanian misalnya jerami, sekam padi, babatan rumput atau gulma, batang dan tongkol jagung, batang pisang, sabut kelapa dll.

Bahan organik yang berasal dari limbah industri misalnya serbuk gergaji kayu, ampas tebu, limbah kelapa sawit, limbah pengalengan makanan, limbah pemotongan hewan dll.

Sedangkan bahan organik yang berasal dari limbah rumah tangga misalnya sampah rumah tangga organik seperti sisa nasi, sisa sayuran, dll.

Selain memanfaatkan dari limbah organik, pupuk kompos juga dapat dibuat dari kotoran padat, limbah ternak cair, limbah pakan ternak, dan cairan biogas.

Pupuk kompos juga bisa dibuat dari tanaman air seperti eceng gondok, azola, ganggang biru, dan berbagai gulma air lain.

Proses pengomposan atau penguraian bahan bahan organik dapat terjadi secara alami dengan bantuan mikroba ataupun biota tanah, contohnya humus.

Namun pengomposan yang terjadi secara alami prosesnya lama dan lambat, bisa sampai berbulan-bulan hingga bertahun tahun.

Karena itulah kemudian dikembangkan teknologi pengomposan dengan menambahkan mikroba tertentu. Dengan harapan proses pembusukan akan terjadi lebih cepat.

Jika proses pengomposan dilakukan dengan benar, biasanya 1-3 bulan saja pupuk kompos sudah jadi.

Jenis jenis pupuk kompos

Pembagian jenis-jenis pupuk kompos dapat dilihat berdasarkan 3 hal yaitu:

  • Berdasarkan proses pembuatannya, yaitu ada kompos aerob dan anaerob.
  • Berdasarkan dekomposernya yaitu, ada yang menggunakan mikroorganisme dan ada yang menggunakan makroorganisme.
  • Berdasarkan bentuknya, ada yang padat dan ada yang cair.

Pupuk kompos aerob

Pupuk kompos aerob adalah pupuk kompos yang dibuat dengan melibatkan oksigen.

Bahan organik yang digunakan dalam pembuatan pupuk aerob adalah sisa tanaman, kotoran hewan atau campuran keduanya.

Proses pembuatan pupuk aerob memakan waktu sekitar 40-50 hari tergantung dekomposer dan bahan baku pupuk.

Pupuk bokashi

Pupuk bokashi adalah salah satu jenis pupuk kompos anaerob.

Ciri utama pupuk bokashi adalah penggunaan efektif mikroorganisme (EM4) sebagai starternya.

Vermikompos

Vermikompos adalah jenis pupuk kompos yang memanfaatkan makroorganisme sebagai pengurainya seperti cacing Lumbricus dan maggot (larva lalat bsf).

Pupuk vermikompos dibuat dengan cara memberikan bahan organik sebagai pakan kepada cacing tanah. Setelah makan cacing tanah akan mengeluarkan kotoran, nah kotoran cacing tanah itulah yang dinamakan vermikompos.

Pupuk organik cair

Pupuk organik cair adalah jenis pupuk kompos yang dibuat dengan proses pengomposan basah.

Cara membuat pupuk organik cair dapat berlangsung secara aerob dan anerob.

Pupuk ini banyak dibuat karena lebih mudah diserap oleh tanaman.

Menurut alamtani.com, dari beberapa praktik yang pernah dilakukan, pupuk cair lebih cepat diserap tanaman sehingga pupuk ini lebih efektif diberikan pada daun dibandingkan pada akar.

Namun penyemprotan pupuk cair pada daun juga harus menggunakan takaran atau dosis yang tepat agar daun tidak menjadi layu.

Manfaat pupuk kompos

Pupuk kompos merupakan pupuk alami yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman tanpa menimbulkan efek samping apabila digunakan dalam dosis yang tepat.

Selain sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, pupuk kompos juga memiliki manfaat untuk memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah.

Manfaat fisik

Secara fisik pupuk kompos mampu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air sebagai cadangan disaat kemarau.

Pupuk kompos juga mampu membuat tanah menjadi gembur dan subur sehingga cocok sebagai media tumbuh bagi akar tanaman.

Pada tanah yang berpasir pupuk kompos dapat menjadi perekat sehingga tanah menjadi lebih solid.

Sedangkan pada tanah liat atau tanah lempung, pupuk kompos dapat menggemburkan tanah agar tidak terlalu solid.

Manfaat kimiawi

Sedangakn secara kimiawi pupuk kompos dapat meningkatkan kapasitas tukar kation dalam tanah.

Karena semakin banyak kandungan organik dalam tanah maka kapasitas tukar kation akan semakin baik.

Kapasitas tukar kation sendiri memiliki fungsi melepaskan unsur unsur hara penting daam tanah agar lebih mudah diserap oleh tanaman.

Manfaat biologis

Secara biologis pupuk kompos adalah media tanam yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme tanah.

Dengan adanya mikroorganisme dan satwa lain dalam tanah akan meningkatkan kesuburan dan kegemburan tanah.