Cara Menanam Jahe Yang Benar Di Lahan Terbuka Agar Hasil Melimpah

saungtani.com – cara menanam jahe – Menanam jahe di tanah atau lahan terbuka merupakan salah satu budidaya tanaman yang sangat menguntungkan. Tanaman jahe, selain tidak memerlukan perawatan khusus, harga jual jahe di pasaran juga cukup mahal dan stabil.

Mengenal Tanaman Jahe dan Manfaatnya

Tanaman jahe merupakan tumbuhan berbatang semu yang masuk dalam suku zingiberaceae (temu temuan) yang masih berkerabat dekat dengan kunyit dan kecur. Tanaman khas daerah tropis ini banyak tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia dengan penyebutan yang berbeda-beda.

Tanaman jahe di Sumatra disebut halia (Aceh), beuing (Gayo), bahing (Karo), pege (Toba), sipode (Mandailing), lahia (Nias), sipodeh (Minangkabau), page (Lubu), dan jahi (Lampung). Di Jawa, jahe dikenal dengan jahe (Sunda), jae (Jawa), jhai (Madura), dan jae (Kangean). Di Sulawesi, jahe dikenal dengan nama layu (Mongondow), moyuman (Poros), melito (Gorontalo), yuyo (Buol), siwei (Baree), laia (Makassar), dan pace (Bugis). Di Nusa Tenggara, disebut jae (Bali), reja (Bima), alia (Sumba), dan lea (Flores). Di Kalimantan (Dayak), jahe dikenal dengan sebutan lai, di Banjarmasin disebut tipakan. Di Maluku, jahe disebut hairalo (Amahai), pusu, seeia, sehi (Ambon), sehi (Hila), sehil (Nusalaut), siwew (Buns), garaka (Ternate), gora (Tidore), dan laian (Aru). Di Papua, jahe disebut tali (Kalanapat) dan marman (Kapaur).

Tanaman jahe merupakan salah satu tanaman akar-akaran yang memiliki banyak manfaat. Tanaman ini banyak digunakan sebagai bumbu rempah-rempah untuk berbagai masakan. Selain itu tanaman jahe juga dikenal sebagai bahan minuman dan obat herbal untuk mengatasi berbagai penyakit. Sehingga kamu perlu menanam jahe di rumah misalnya dengan menanam jahe dipot atau polybag.

Jenis-jenis Jahe di Indonesia

Terdapat 3 jenis varietas jahe yang saat ini populer di pasaran

  • Jahe gajah (jahe putih besar), disebut juga dengan nama jahe badak (Jawa barat), jahe ganyong (Kuningan), jahe kapur (Jawa timur). Adalah salah satu jenis jahe yang memiliki rimpang berukuran besar dan gemuk dibanding varietas lain. Jahe ini menjadi jenis jahe yang paling disukai di pasaran Internasional karena memiliki rasa yang tidak terlalu pedas.
  • Jahe emprit/jahe sunti (jahe putih kecil), memiliki umbi berukuran kecil dan berlapis-lapis, berwarna putih kekuningan dengan diameter 3-4 cm. Varietas ini dipanen ketika sudah cukup tua. Jahe emprit memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi dibanding jahe gajah sehingga rasanya lebih pedas.
  • Jahe merah, memiliki ukuran rimpang lebih kecil dibanding jahe emprit. Umbinya kecil berlapis, beraroma tajam, berwarna merah sampai jingga muda dengan diameter sekitar 4 – 4,5 cm. Jahe ini memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi sehingga rasanya lebih pedas dibanding dua varietas jahe yang lain. Karena itu jahe merah sering digunakan untuk berbagai obat-obatan herbal.

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe

  • Jahe merupakan tanaman tropis dan dapat tumbuh baik pada dataran 0-1700 mdpl.
  • Tanaman jahe membutuhkan curah hujan antara 2500-4000 mm pertahun dengan suhu sedang sampai panas.
  • Kondisi tanah yang paling disukai tanaman jahe adalah kondisi tanah yang gembur, subur, dan banyak mengandung organik. Dan jenis tanah yang paling baik untuk menanam jahe adalah tanah andosol, latosol merah coklat.
  • PH tanah yang ideal untuk tanaman jahe adalah 6,8-7,0.

Langkah langkah Menanam Jahe Di Lahan Terbuka

Untuk menanam jahe di tanah atau lahan terbuka agar tumbuh subur dan berumbi banyak berikut ini langkah langkahnya.

Persiapan Bibit Jahe

Untuk bibit jahe kita bisa membeli bibit jahe yang sudah siap tanam atau bisa juga dengan cara membuat bibit jahe sendiri. Jika ingin menanam jahe dengan bibit sendiri, berikut ini langkah persiapan benih jahe dan tips memilih atau membuat bibit jahe.

Tips Memilih Bibit Jahe

  • Pilih jenis atau varietas jahe yang akan ditanam. Misalnya mau budidaya jahe emprit, jahe gajah, atau jahe merah.
  • Bibit yang akan digunakan sebaiknya berasal dari indukan yang bagus yaitu indukan yang memiliki pertumbuhan normal, sehat dan bebas dari penyakit.
  • Pilih rimpang jahe yang bagus untuk dibuat bibit, cirinya rimpang mulus, tidak ada bagian yang busuk, berwarna mengkilat dan bebas dari hama dan penyakit.
  • Sebaiknya bibit diambil dari tanaman jahe ytang sudah tua (dipanen saat umur 10-12 bulan).

Menunaskan bibit

  • Sebelum melakukan proses penanaman sebaiknya rimpang jahe ditunaskan terlebih dahulu selama 1-1,5 bulan. Untuk menunaskan jahe berikut ini langkah-langkahnya:
  • Setelah jahe dipanen, jahe yang akan dijadikan bibit sebaiknya dijemur secara merata namun jangan sampai kering. Setelah itu jahe disimpan selama kurang lebih 1-1,5 bulan.
  • Potong-potong rimpang jahe dengan setiap potongan rimpang memiliki 3-5 mata tunas. Kemudian rimpang yang telah dipotong-potong dijemur selama kurang lebih 8 jam.
  • Untuk mencegah penyakit bakteri sebaiknya lakukan perendaman bibit ke dalam bakterisida dengan dosis larutan 3 gram bakterisida per 10 liter air setelah itu bibit jahe ditiriskan dan diangin-anginkan.
  • Siapkan kotak kayu, abu gosok atau sekam padi secukupnya.
  • Masukkan abu gosok atau sekam padi pada bagian dasar kotak kayu. Kemudian letakkan bibit 1 lapis di atasnya. Diatas bibit taburi dengan sekam lagi secukupnya, letakkan lagi bibit di atasnya, demikian seterusnya dan pada bagian bibit paling atas tutup lagi dengan sekam padi.
  • Setelah 2-4 minggu biasanya bibit jahe sudah terlihat tumbuh tunas artinya bibit siap untuk ditanam.

Persiapan Lahan Budidaya Jahe

Langkah selanjutnya sembari kita menunggu bibit jahe siap untuk ditanam adalah melakukan pengolahan lahan.

Bersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman kemudian lakukan pengolahan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 25-30 cm.

Selanjutnya tanah dicacah supaya gembur dengan cangkul sambil dibuat bedengan dengan ukuran lebar 80-120cm , tinggi 25-30cm, dan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pemupukan Dasar Tanaman Jahe

Setelah pengolahan lahan selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah pemberian pupuk dasar. Tujuannya untuk menyuburkan tanah dan menyediakan nutrisi bagi tanaman sehingga tanaman cepat tumbuh dengan subur.

Pupuk dasar yang diberikan adalah berupa dolomit secukupnya dan pupuk kandang atau kompos. Taburkan kapur pertanian atau dolomit di atas bedengan secara merata kemudian dilanjutkan dengan menaburkan pupuk kandang secara merata di atas bedengan.

Cara Menanam Jahe

  • Untuk penanaman jahe sebaiknya dilakukan diawal musim hujan. Penanaman dilakukan 2-3 minggu setelah pemberian pupuk dasar.
  • Sebelum menanam bibit jahe, buat parit memanjang di atas bedengan dengan kedalam 10-15 cm dan jarak antar parit 40-50cm.
  • Tanam bibit jahe pada parit dengan posisi rebah dan mata tunas menghadap ke atas dengan jarak tanam jahe sekitar 30 cm.
  • Tutup bibit dengan tanah dengan ketebalan 5cm.

Pemberian Pupuk Susulan

Setelah tanaman berumur 6-8 minggu dari masa tanam lakukan pemupukan susulan berupa pupuk TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 125 kg per hektar.

Cara pemberian pupuk adalah dengan menaburkan ke sekeliling tanaman dan usahakan tidak mengenai batang atau rimpang jahe.

Perawatan Tanaman Jahe

Perawatan tanaman jahe adalah sebagai berikut :

1). Penyulaman, lakukan penyulaman segera setelah terlihat adanya bibit jahe yang mati atau tidak tumbuh dengan sempurna.

2). Penyiangan, yaitu membersihkan areal pertanaman dari rumput liar atau tanaman pengganggu lainnya

3). Pembumbunan/Pendangiran, dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan

4). Monitoring, lakukan pengamatan secara rutin untuk mengetahui perkembangan tanaman dan memonitoring serangan hama maupun penyakit.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Meskipun tanaman jahe tergolong tanaman yang jarang terkena hama dan penyakit, namun bukan berarti tanaman jahe juga terbebas sama sekali dari gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman). Baik berupa hama maupun penyakit. Hama dan penyakit yang sering mengganggu tanaman jahe antara lain :

1). Penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum)

2). Penyakit busuk rimpang (Fusarium oxysporum)

3). Bercak daun (Phyllosticta zingiberi)

Cara mencegah dan mengendalikan hama penyakit tersebut antara lain dengan menggunakan bibit unggul yang bebas dari hama penyakit, melakukan monitoring, rotasi tanaman, tidak menanam jahe pada areal yang terserang selama 3-5 tahun, sanitasi lahan, pemupukan yang berimbang dan perlakuan pestisida sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang.

Panen Jahe

Pemanenan tanaman jahe dilakukan jika tanaman sudah berumur 10 -12 bulan setelah tanam (tergantung varietas jahe yang ditanam).

Pemanenan dilakukan dengan menggali rimpang jahe menggunakan cangkul atau garpu.

Lakukan pemanenan dengan hati-hati supaya tidak merusak rimpang.

Bersihkan rimpang jahe dari tanah yang menempel dan dikemas menggunakan karung goni, keranjang atau kotak kayu.

Lakukan penyortiran sesuai dengan grade, pisahkan rimpang yang rusak, busuk atau terserang penyakit.

Selanjutnya hasil panen jahe bisa langsung dijual ke pengepul atau diolah terlebih dahulu.