Cara Menanam Jahe Merah di Kebun Rumah Hasil Melimpah

cara menanam jahe merah di kebun hasil melimpah

Cara Menanam Jahe Merah di Kebun Rumah Hasil Melimpah – Cara menanam jahe merah di kebun rumah merupakan salah satu cara menanam jahe merah di tanah atau lahan terbuka. Selain di kebun, menanam jahe merah di lahan terbuka juga bisa dilakukan di sawah ataupun di ladang.

Budidaya jahe merah saat ini menjadi salah satu usaha agribisnis yang memiliki prospek menjanjikan. Hal ini karena permintaan jahe merah di pasaran cukup besar dengan harga jual yang lumayan tinggi dan stabil, dibandingkan jahe varietas lain.

Jahe merah memang dikenal sebagai tanaman herbal yang kaya akan manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini umumnya digunakan sebagai bahan baku minuman dan obat-obatan herbal. Salah satunya untuk mengobati penyakit vitiligo.

Bagaimana cara menanam jahe merah di kebun yang baik dan benar agar hasil melimpah??? yuk simak ulasannya.

Cara Menanam Jahe Merah di Kebun atau Lahan Terbuka

Seperti yang sudah kita bahas di atas, menanam jahe merah dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah menanam jahe merah di tanah atau lahan terbuka, misalnya di kebun atau pekarangan rumah, di sawah, serta di ladang.

Untuk menanam jahe merah di lahan terbuka, berikut ini langkah-langkahnya:

Persiapan lahan budidaya

1. Lakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul.

2. Buat bedengan dengan ukuran lebar 80-100 m, tinggi 30 cm, dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Jangan lupa buat jarak antar bedengan dengan ukuran 50 cm.

3. Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak tanam 25 x 25 cm.

4. Pada tanah yang asam atau ber-PH rendah taburkan kapur pertanian atau dolomit untuk mentralkan PH. Tanaman jahe dapat tumbuh pada tanah dengan tingkat keasaman 4,3 – 7,4. Untuk mengukur PH tanah bisa menggunakan PH meter atau mengukur PH tanah dengan kunyit.

5. Masukkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam sebanyak 1 kg per lubang.

6. Diamkan lahan selama kurang lebih 1 minggu sebelum tanam.

Persiapan bibit jahe merah

cara menanam jahe merah di kebun hasil melimpah

Untuk menghasilkan tanaman jahe merah yang subur dan berimpang banyak gunakanlah bibit jahe merah berkualitas bagus yaitu bibit yang masih segar dan masih cerah warnanya.

Berikut ini ciri-ciri bibit jahe merah yang berkualitas:

  • Bibit jahe merah berbentuk rimpang dan berukuran besar.
  • Rimpang jahe merah masih terlihat segar, tidak berkerut, serta masih memiliki banyak kadar air.
  • Rimpang jahe merah dalam keadaan sehat, yaitu tidak cacat akibat hama dan penyakit.
  • Rimpang jahe merah memiliki warna yang cerah atau merah menyala.

Setelah mendapatkan bibit jahe merah yang diinginkan, selanjutnya simpan bibit pada ruangan bersuhu sejuk. Jangan lupa untuk menyiram rimpang hingga rimpang mengeluarkan tunas.

Lakukan pengontrolan bibit secara rutin. Jika terdapat bibit jahe merah yang membusuk segera buang agar tidak menular ke bibit yang lain.

Proses penanaman jahe merah

Setelah persiapan lahan dan bibit selesai dilakukan selanjutnya masuk ke proses penanaman jahe merah.

1. Masukkan bibit jahe merah ke dalam lubang tanam dengan jumlah satu lubang satu rimpang.

2. Saat menanam pastikan posisi tunas menghadap ke atas

3. Setelah bibit ditanam, tutup bibit dengan tanah namun jangan terlalu rapat. Jahe merah akan terlihat tumbuh setelah 2 minggu dari penanaman.

4. Setelah penanaman selesai, taburkan fungsisida (Furadan) untuk mencegah serangan jamur pada jahe merah.

Perawatan jahe merah

Setelah penanaman, selanjutnya kita masuk pada tahap perawatan jahe merah yang meliputi penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan, pembubunan, dan pengendalian hama dan penyakit.

  • Penyiraman

Untuk penyiraman sendiri sebenarnya dapat menyesuaikan dengan keadaan. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari pada saat awal-awal penanaman (jika penanaman jahe dilakukan pada musim kemarau).

Sedangkan jika penanaman dilakukan saat musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari.

  • Penyulaman

Lakukan penyulaman sesegera mungkin jika ditemukan jahe yang tumbuh tidak sehat atau tidak normal.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan dengan membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jahe merah. Tujuannya agar rumput atau gulma tidak mengganggu penyerapan nutrisi oleh tanaman jahe.

  • Pemupukan susulan dan pembubunan

Pemupukan pada tanaman jahe perlu dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas umbi. Pemupukan bisa diberikan per bulan minimal 3 kali sampai panen.

Lakukan pemupukan susulan setiap bulan dengan pupuk kandang selama 3 bulan. Bersamaan dengan pemupukan, lakukan pembubunan yang bertujuan untuk membesarkan dan memperbanyak rimpang jahe.

Hama dan penyakit pada tanaman jahe merah

Beberapa hama yang dijumpai pada tanaman jahe diantaranya:

  • Kepik, yang menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang.
  • Ulat penggerek akar, yang menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering & mati.

Penyakit yang sering menyerang tanaman jahe diantaranya:

  • Penyakit Layu Bakeri

Penyakit ini sering menyerang tanaman jahe merah pada usia 3-4 bulan. Tanaman yang terserang penyakit layu bakteri ditandai dengan helaian daun pada bagian bawah melipat dan menggulung, kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Tahap berikutnya tunas batang akan membusuk dan akhirnya tanaman mati rebah.

Bila diperhatikan rimpang yang terserang layu bakteri akan berwarna gelap dan sedikit membusuk, dan bila dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu hingga kecoklatan.

Penyakit layu pakteri biasanya dapat disebabkan oleh kondisi suhu udara yang dingin, terjadinya genangan dan kondisi tanah yang terlalu lembab.

Untuk pengendaliannya adalah pastikan saat penanaman menggunakan bibit jahe yang sehat, melakukan perendaman bibit jahe menggunakan fungisida sebelum tanam, lakukan pengolahan lahan dengan baik sehingga tidak terjadi genangan pada lahan, buang tanaman jahe yang terserang penyakit jika ditemukan, dan lakukan penyemprotan fungisida seperti dithane M-45 (0,25%), Bavistin (0,25%).

  • Penyakit busuk rimpang

Penyakit busuk rimpang dapat masuk ke bibit jahe melalui luka pada rimpang. Penyakit dapat tumbuh dengan baik pada suhu 20-25 derajat celcius dan dapat terus berkembang hingga menyebabkan rimpang menjadi busuk.

Penyakit busuk rimpang ditandai dengan daun pada bagian bawah berwarna kuning, layu dan akhirnya tanaman mati. Untuk pengendaliannya tidak jauh berbeda dengan penyakit layu bakteri.

  • Penyakit bercak daun

Penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak-bercak berukuran 3-5 mm pada daun. Lama kelamaan bercak-bercak tersebut akan berwarna abu-abu dan di tengah-tengahnya terdapat bintik-bintik hitam sedangkan pada bagian pinggirnya busuk basah. Tanaman jahe yang terserang bercak daun lama kelamaan akan mati.

Jika tidak dikendalikan, penyakit bercak daun dapat menular dengan cepat melalui bantuan angin, dan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Untuk pengendaliannya tidak jauh berbeda dengan beberapa penyakit di atas.

Panen Jahe Merah

  • Ciri dan Umur panen jahe merah

Panen jahe merah dapat dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Jika digunakan untuk kebutuhan sendiri misalnya sebagai bumbu dapur, jahe merah sudah dapat dipanen pada usia 4 bulan setelah tanam. Cara memanennya dengan mematahkan sebagian rimpang dan sisanya bisa diiarkan sampai tua.

Jika jahe merah akan dipasarkan maka panen jahe merah dilakukan saat jahe sudah berumur cukup tua yaitu umur 10-12 bulan. Ciri-ciri jahe merah yang siap dipanen adalah warna daunnya sudah menguning dan batang jahe merah sudah mengering.

  • Cara memanen jahe merah

Cara memanen jahe merah yang baik adalah dengan membongkar tanah menggunakan garpu atau cangkul. Lakukan pembongkaran dengan hati-hati agar jangan sampai rimpang ajeh terluka. Selanjutnya bersihkan tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada jahe, bila perlu dapat dicuci menggunakan air bersih.

Selanjutnya jahe merah ditata secara melebar pada wadah (tidak menumpuk) dan dijemur selama kurang lebih 1 minggu.

Demikian ulasan singkat Cara Menanam Jahe Merah di Kebun Rumah Hasil Melimpah semoga bermanfaat.