Cara Menanam Jahe di Pot Atau Polybag Hasil Melimpah

SaungTani.com – cara menanam jahe di polybag – Menanam jahe selain dapat dilakukan di tanah atau lahan terbuka (terutama skala besar) juga dapat ditanam di pot atau polybag lho…

Mengapa menanam jahe di polybag? Karena jahe merupakan merupakan jenis tanaman akar-akaran yang banyak digunakan sebagai bumbu rempah-rempah untuk berbagai masakan. Selain itu, tanaman jahe juga dikenal sebagai tanaman yang kaya akan manfaat bagi kesehatan. Sehingga dengan menanam jahe di polybag kamu tidak perlu lagi membeli di warung atau pasar saat membutuhkannya.

Bagaimana Cara Menanam Jahe di Pot atau Polybag?

Untuk menanam jahe di polybag caranya cukup mudah. Kamu hanya perlu menentukan jenis jahe apa yang akan kamu tanam, kemudian mempersiapkan bibit dan media tanam. Untuk lebih lengkapnya simak ulasannya berikut ini ya…

Jenis jenis Jahe Yang Populer di Indonesia

Sebelum kamu menanam jahe ada baiknya kamu mengenal jenis-jenis jahe yang sering dibudidayakan orang. Sehingga kamu tahu jenis jahe apa yang akan kamu tanam.

Jahe gajah (jahe putih besar), jahe ini memiliki memiliki umbi yang besar, berwarna putih dengan sedikit kekuningan dan memiliki diameter 8-8,5 cm. Jahe gajah merupakan jahe yang sangat disukai pasar International karena memiliki rasa yang tidak terlalu pedas.

Jahe emprit (putih kecil), adalah jenis jahe yang memiliki rimpang kecil dan berlapis-lapis, dengan warna putih kekuningan dan memiliki ukuran diameter 3-4 cm. Dibanding jahe gajah, jahe emprit memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi sehingga warnanya lebih pedas.

Jahe merah, diantara dua jenis jahe yang lain jahe merah memiliki ukuran rimpang lebih kecil dan berlapis-lapis, berwarna merah sampai jingga muda dengan diameter 4 – 4,5 cm. Dibanding jahe emprit, kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih tinggi sehingga rasanya juga lebih pedas . Oleh karena itu jahe ini banyak digunakan sebagai bahan obat herbal dan minuman.

Persiapan Bibit Jahe

Setelah kita menentukan jenis jahe apa yang akan kita tanam, selanjutnya kita mempersiapkan bibit jahe. Bibit jahe dapat kita beli yang sudah siap tanam atau kita membuat bibit jahe sendiri. Nah berikut ini tips cara membuat bibit jahe sendiri:

  • Jahe yang akan kita gunakan sebagai bibit hendaknya yang telah berumur tua yaitu minimal berumur 10 bulan.
  • Setelah itu jahe yang akan kita jadikan bibit harus mempunyai ciri fisik seperti, rimpang harus terlihat segar, mulus, tidak ada bagian busuk warna mengkilap dan sehat atau terbebas dari hama dan penyakit.
  • Selanjutnya bibit kita semai di tanah yang lembab atau menggunakan nampan yang diberi media tanah seperti gambar di bawah.
  • Setelah bibit sudah mengeluarkan tunas 1-2, artinya bibit siap untuk ditanam.

Alat dan Bahan Menanam Jahe di Polybag

Tahap berikutnya adalah mempersiapkan alat dan bahan menanam jahe di polybag yaitu berupa media tanam dan pot atau polybag berukuran minimal 30 x 35 cm. Atau bisa juga menggunakan karung bekas.

Media tanam yang kita gunakan berupa campuran pupuk kandang, tanah, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.

Aduk-aduk media tanam agar tercampur merata dan masukkan ke dalam polybag kira kira sampai 1/4 bagian. karena selama pertumbuhan tanaman nanti akan dilakukan penambahan pupuk organik.

Menanam Jahe Polybag atau Karung

Nah saatnya kita menanam jahe di pot atau polybag, selain itu kita juga bisa menggunakan karung bekas jika ada.

Setelah media tanam dimasukkan ke polybag, kemudian buat lubang tanam dengan kedalaman 5-10cm.

Masukkan bibit jahe dengan posisi tunas menghadap ke atas kemudian tutup dengan tanah dan padatkan.

Dalam 1 polybag kita bisa menanam 4-5 bibit. Jika kita ingin menanam jahe lebih dari 1 pastikan bahwa lubang tanam yang kita buat jaraknya tidar terlalu dekat, kira-kira 5 cm.

Setelah penanaman selesai kemudian lakukan penyiraman dengan air secukupnya dan letakkan polybag pada tempat yang tidak terkena matahari langsung. Melainkan harus diadaptasikan pada tempat yang memiliki naungan terlebih dahulu selama 2,5 bulan.

Perawatan Tanaman Jahe

Perawatan atau pemeliharaan tanaman jahe dalam polybag caranya tidak terlalu sulit. Untuk perawatannya meliputi penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman, lakukan penyiraman sehari sekali pada sore hari terutama jika tidak ada hujan. Penyiraman dilakukan sampai tanaman jahe mulai memasuki fase senecense (mengering) saat tua dan mendekati panen.

Penyiangan, perawatan berikutnya adalah melakukan penyiangan terhadap gulma atau rumput yang tumbuh pada media tanam. Gulma atau rumput yang tidak dibersihkan akan mengganggu pertumbuhan tanaman serta mendatangkan hama dan penyakit. Lakukan penyiangan terutama pada 4 bulan poertama dimana tanaman belum tumbuh begitu rimbun. Agar tidak terlalu repot menyiangi beberapa petani menambahkan mulsa jerami untuk menekan pertumbuhan gulma.

Penggemburan, selain melakukan penyiangan media tanam juga perlu digemburkan kembali. Tujuannya menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara dalam media.

Pemupukan, pemupukan tanaman jahe dilakukan setiap dua bulan sekali. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk kandang dengan jumlah kira-kira 1/5 ukuran polybag yang digunakan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Sebenarnya tanaman jahe adalah jenis tanaman yang tidak mudah terserang hama dan penyakit. Hama yang biasanya menyerang tanaman jahe adalah belalang dan ulat yang memakan daun muda.

Untuk mengendalikannnya bisa dilakukan dengan cara mekanis, yaitu dengan memeriksa tanaman dan mengambil hamanya untuk dimusnahkan.

Selain itu bisa juga dengan cara kimiawi, yaitu dengan menyemprotkan pestisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat.

Panen jahe

Panen jahe dapat dilakukan setelah tanaman berumur kira-kira 10 bulan.

Panen jahe dari media polybag dapat dilakukan dengan mudah, kamu cukup membuka karung atau polybag yang sudah mulai lapuk, setelah itu pisahkan rimpang dengan tanah. Kemudian cuci dengan air bersih dan anginkan-anginkan.