Cara Membuat Kompos Dari Kotoran Kambing

cara membuat kompos dari kotoran kambing

Cara Membuat Kompos Dari Kotoran Kambing – Sahabat bertani pada artikel ini kita akan mengulas cara membuat kompos dari kotoran kambing.

Kotoran kambing sebenarnya telah lama digunakan dalam pembuatan pupuk kompos. Selain karena bahan bakunya yang mudah didapatkan, cara pembuatannya pun mudah dilakukan.

Selain itu kotoran kambing memiliki tekstur berupa butiran yang agak sukar dipecah secara fisik, sehingga jika kita berikan langsung pada tanaman maka kandungan unsur haranya belum bisa dimanfatakan oleh tanaman secara langsung.

Pupuk kotoran kambing ini baru akan memberikan manfaat lebih baik pada musim tanam kedua.

Secara lengkap berikut ini manfaat membuat pupuk kompos dari kotoran kambing:

  • Mengurangi jumlah penyimpanan limbah peternakan.
  • Mengurangi bau yang diakibatkan oleh tumpukan kototran kambing
  • Menghilangkan potensi patogen yang terdapat dalam kotoran ternak
  • Mematikan biji bijian yang terdapat pada kotoran kambing yang berpotensi tumbuh menjadi gulma
  • Mempermudah dalam proses pengangkutan
  • Pupuk kompos bermanfaat dalam memperbaiki tanah
  • Melunakkan tekstur kotoran kambing sehingga mudah hancur dan kandungan haranya cepat diserap oleh tanaman.

Cara Membuat Kompos Dari Kotoran kambing Dengan EM4

Untuk membuat pupuk kompos dari kotoran kambing berikut ini caranya.

Cara 1 membuat pupuk kompos kotoran kambing

Siapkan alat dan bahan berupa

  • Ember
  • Cangkul
  • Terpal
  • Kotoran kambing
  • Bio starter EM4
  • Molase (tetes tebu), jika tidak ada bisa diganti dengan larutan gula merah
  • Air

Langkah-langkahnya

  • Untuk mempercepat proses fermentasi, kotoran kambing perlu dihancurkan terlebih dahulu dengan cara digiling atau bisa dengan mencampurkan urea.
  • Siapkan lokasi untuk mengolah pupuk. Lokasi harus terbebas dari genangan air dan terpaan hujan.
  • Larutkan EM4 dengan molase dan air dengan perbandingan 1:1:1000. Misalnya:

1 ml em4 : 1 ml molases : 100 ml air atau
10 ml em4 : 10 ml molases : 1000 ml air atau 1 liter air.

Takaran ini sesuai petunjuk yang ada di kemasan yaitu 1 liter EM4 untuk 1 ton kotoran kambing. Jika pembuatan kompos tidak sampai 1 ton maka takarannya tinggal disesuaikan.

  • Setelah larutan EM4 tercampur kemudian diamkan selama 2 hari untuk mengaktifkan bakteri dalam EM4.
  • Setelah 2 hari siramkan secara merata larutan EM4 tersebut ke kotoran kambing yang akan dibuat pupuk sambil diaduk-aduk menggunakan cangkul agar tercampur merata.
  • Cek apakah adonan kotoran kambing dengan larutan EM4 apakah sudah pas apa belum. Caranya genggam kotoran kambing jika tidak ada air yang menetes atau adonan tidak ambyar berarti adonan sudah tepat.
  • Kemudian pupuk ditutup rapat menggunakan terpal selama 5 minggu.
  • Jangan lupa untuk membolak balik pupuk setiap 3 hari sekali agar terjadi proses aerasi. Hal ini dapat mempercepat proses pengomposan.

Cara 2 membuat pupuk kompos kambing.

Kalau pada cara 1 bahan yang digunakan murni kotoran kambing, maka cara ke 2 bahan yang digunakan berupa kotoran kambing ditambah bahan-bahan organik lain.

Bahan-bahan organik yang ditambahkan misalnya limbah kopi, limbah gergajian, dedak, jerami, sisa-sisa pakan, sekam padi, dll.

Cara membuatnya:

Buat larutan molase, EM4, dan air dengan volume masing-masing 250 cc, konsentrasi 10 cc/ 20 liter. Jadi misalnya molase sebanyak 250 ml, maka EM4 sebanyak 10 ml dan air sebanyak 20 liter.

Potong-potong bahan organik dengan ukuran 5-10 cm kemudian campur dengan kotoran kambing sampai merata.

Hamparkan kotoran kambing dan bahan organik dengan ketebalan 20-30 dan lebar disesuaikan dengan ukuran terpal (hamparan ini nantinya akan jadi lapisan 1).

Sirami hamparan tersebut dengan larutan EM4 secara merata.

Setelah itu buat hamparan ke 2 (lapisan 2) di atas hamparan 1 (lapisan 1). Siram juga dengan larutan EM4 secara merata.

Lakukan berulang ulang hingga bahan habis.

Tutup rapat kotoran kambing menggunakan terpal atau plastik warna hitam dan biarkan terjadi proses dekomposisi.

Setelah 10 hari buka penutup dan lakukan pengadukan. Jika sudah selesai tutup kembali. Ulangi setiap 10 hari sekali.

Setelah 30-40 hari pupuk sudah tidak panas lagi, artinya pupuk sudah bisa digunakan.

Itulah Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Kambing mudah bukan…