Cara Membuat Kompos Cepat Matang

Cara Membuat Kompos Cepat Matang

Cara Membuat Kompos Cepat Matang – Sahabat saungtani, pada artikel kali ini kita akan membahas cara membuat kompos cepat matang.

Karena ternyata banyak petani yang malas membuat kompos sendiri karena menganggap tidak praktis dan hanya membuang waktu saja. Sehingga akhirnya sangat tergantung pada pupuk kimia yang susah dan mahal.

Padahal di sekitar kita banyak sekali bahan-bahan organik yang sangat potensial untuk dijadikan pupuk kompos.

Misalnya kotoran hewan, urine hewan, jerami, sisa pakan ternak, limbah dapur, dan sisa-sisa tanaman lainnya. Biasanya bahan-bahan tersebut hanya dibakar atau dibuang saja.

Cara Membuat Kompos Cepat Jadi

Membuat kompos yang cepat jadi atau cepat matang tentu menjadi keinginan kita semua. Sehingga kompos segera dapat kita aplikasikan pada tanaman.

Memang secara umum pembuatan kompos secara alami membutuhkan waktu yang cukup lama antara 3-4 bulan.

Tapi kini membuat kompos cepat matang bukan lagi impian. Banyak cara-cara pemngomposan kilat (rapid compost) yang telah berhasil dikembangkan.

Namun secara umum, percepatan proses pengomposan berhubungan erat dengan rekayasa degradasi yang dapat dilihat dari penurunan rasio kandungan C dengan N (C/N) di dalam kompos.

Nah berikut ini cara membuat kompos agar cepat matang

1. Rekayasa bahan

Pembuatan kompos yang cepat matang sangat dipengaruhi oleh C/N yang rendah. Karena itu dalam membuat kompos perlu dilakukan pencampuran berbagai bahan agar di dapat C/N awal yang rendah.

Misalnya bahan-bahan organik seperti daun segar, serbuk gergaji, dll memiliki kandungan C yang tinggi perlu dicampur dengan bahan yang memiliki kandungan N tinggi seperti pupuk kandang.

Atau cara lain dengan mencacah bahan-bahan hingga didapat bahan-bahan berkuran kecil kira-kira 0,5 – 5 cm.

Ukuran bahan yang kecil akan membuat bahan bisa kontak semua dengan mikroba. Selain itu ukuran bahan yang kecil akan meningkatkan ruang udara dalam tumpukan kompos

2. Penambahan mikroorganisme pendegradasi

Seperti dikutip dari Cara Membuat Pupuk Kompos Dengan Cepat dan Mudah Dengan EM4, untuk mempercepat proses pengomposan salah satunya adalah menggunakan mikroba.

Apabila secara konvensional proses pengomposan membutuhkan waktu 3-4 bulan maka dengan menambahkan mikroba proses pengomposan dapat dipercepat setengahnya atau seperempatnya saja.

Di pasaran banyak tersedia formula bakteri atau mikroorganisme untuk pengomposan seperti EM4, Orgadec dll

3. Mengatur temperatur kompos

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembuatan kompos adalah temperatur.

Saat membuat kompos temperatur harus dijaga. Jangan sampai temperatur terlalu rendah karena ada beberapa mikroorganisme yang tidak dapat hidup pada suhu rendah.

Namun juga temperatur jangan terlalu tinggi karena hanya sedikit sekali mikroba yang dapat hidup pada suhu yang sangat panas.

Untuk mempercepat pengomposan suhu yang diperlukan adalah 40-50 derajat Celcius.

Suhu tersebut selain menjadikan lingkungan yang optimal bagi mikroorganisme juga dapat membunuh bibit gulma dan patogen pada kompos.

Untuk mengatur temperatur caranya adalah dengan mengatur tinggi tumpukan kompos. Buatlah tinggi tumpukan kompos maksimal 1 meter agar mendapat suhu yang ideal.

Selain itu untuk mengatur temperatur, aerasi atau kontak oksigen juga perlu diberikan secukupnya. Jangan terlalu sering mengaduk kompos atau terlalu sedikit.

4. Memberikan aerasi

Dalam membuat kompos, aerasi atau oksigen perlu diberikan secukupnya, tidak kurang juga tidak terlalu banyak.

Jika aerasi terlalu banyak akan menyebabkan turunnya temperatur kompos. Sedangkan jika aerasi terlalu sedikit pengomposan akan terjadi secara anaerobik atau hanya mikroorganisme yang tidak membutuhkan oksigen saja yang bekerja.

Selain itu efek dari pengomposan anerobik adalah dapat menghasilkan gas amoniak yang berbahaya bagi kesehatan.

Sumber: nico03soil.wordpress.com