Mengenal Manfaat dan Cara Budidaya Sorgum

Mengenal Manfaat dan Cara Budidaya Sorgum

Cara Budidaya Sorgum – Sahabat bertani, pada artikel kali ini kita akan mengulas cara budidaya sorgum. Namun sebelum itu kita perlu untuk mengenal lebih dulu apa itu sorgum, keunggulannya, serta manfaatnya.

Tanaman Sorgum

Sorgum adalah jenis tanaman serealia yang masih berekerabat dengan padi, jagung, dan gandum. Di Jawa sorgum dikenal dengan nama cantel, sedangkan di Bali sorgum disebut dengan nama jagung gimbal.

Sorgum sebenarnya sudah lama dikenal oleh petani di Indonesia, namun budidaya dan pengembangannya masih rendah.

Beberapa daerah yang menjadi sentra sorgum diantaranya Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tanaman sorgum memiliki bentuk batang yang mirip dengan tanaman jagung dengan daunnya yang berbentuk lurus memanjang. Biji sorgum berbentuk bulat kecil dengan diameter sekitar 2 mm dan memiliki satu tangkai buah dengan beberapa cabang buah.

Manfaat Sorgum

Sorgum merupakan tanaman serealia yang kaya manfaat karena memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti karbohidrat, lemak, kalsium, zat besi dan fosfor.

Tanaman sorgum sangat bagus dijadikan sebagai sumber bahan pangan maupun sebagai pakan ternak alternatif.

Di beberapa negara maju, batang dan biji sorgum banyak dimanfaatkan sebagai pakan dan media jamur merang. Untuk jenis sorgum manis batangnya dimanfaatkan sebagai bahan gula dan pembuatan kertas.

Sedangkan di negara-negara berkembang tanaman sorgum digunakan sebagai bahan pangan, sebagai bahan pembuatan minuman beralkohol, serta digunakan sebagai bahan upacara adat.

Di Indonesia sendiri biji sorgum umumnya diolah menjadi tepung untuk selanjutnya dapat digunakan untuk membuat berbagai makanan seperti jenang, bubur, dll.

Budidaya Sorgum

Mengenal Manfaat dan Cara Budidaya Sorgum
odesa.id

Sorgum merupakan tanaman pangan yang sangat potensial untuk dibudidayakan.

Tanaman ini memiliki berbagai keunggulan dibanding tanaman lain karena dapat ditanam pada berbagai kondisi lahan seperti pada tanah kering yang kurang subur.

Tanaman sorgum juga relatif lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta dapat dipanen hingga 3 kali dalam sekali tanam dengan masa pemeliharaan yang hampir sama dengan tanaman padi.

Cara menanam sorgum

Untuk menanam sorgum berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan.

  • Persiapan lahan

Bersihkan lahan dari rumput, ranting-ranting, dan sisa-sisa tanaman.

Lakukan pengolahan lahan dengan menggunakan cangkul atau bajak.

Kemudian lakukan pemberian pupuk dasar menggunakan pupuk kandang dengan dosis 4-5 ton/hektar.

Setelah itu biarkan lahan selama kurang lebih dua hari agar pupuk dapat meresap ke tanah.

  • Persiapan benih

Sebelum menanam sorgum siapkan benih terlebih dahulu.

Benih yang akan ditanam dapat menggunakan biji sorgum hasil panen sebelumnya atau dapat menggunakan benih siap tanam yang dapat dibeli di toko pertanian.

Sebelum menanam sorgum perlu juga kita memperhatikan varietas yang akan kita tanam.

Jika untuk dikonsumsi (sebagai bahan pangan) anda dapat menggunakan beberapa varietas seperti UPCA SI, Keris, Badik dan Hegari Genjah. Varietas ini dikenal memiliki umur genjah, tinggi batang sedang, berbiji putih dengan rasa nasi yang cukup enak.

Adapula varietas Numbu dan Kawali yang juga memiliki rasa nasi cukup enak namun umurnya relatif lebih panjang.

Jika penanaman ditujukan untuk pakan ternak sebaiknya pilihlah varietas yang memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, tahan disimpan, tahan rebah, serta dapat diratun.

Untuk lahan yang minim air atau ketersediaan air terbatas dan masa tanam singkat, maka sebaiknya pilihlah varietas yang berumur genjah. Sebab varietas tersebut meskipun hasilnya lebih rendah dari varietas umur sedang namun lebih cepat panen sehingga menghindari resiko kegagalan.

  • Penanaman sorgum

Setelah kita mendapat benih yang kita inginkan selanjutnya kita tinggal masuk langkah penanaman.

Buat lubang tanam dengan cara ditugal sedalam 5 cm dan jarak antar lubang 20-25 cm.

Kemudian masukkan 2 biji benih sorgum ke dalam lubang dan tutup lubang menggunakan tanah atau pupuk bokashi.

Perawatan tanaman sorgum

  • Pengairan

Meskipun tanaman sorgum relatif tahan terhadap kekeringan namun tetap membutuhkan air yang cukup pada fase awal pertumbuhan.

  • Penjarangan tanaman

Agar memperoleh tanaman sorgum yang tumbuh subur dan memiliki produksi yang tinggi tanaman sorgum perlu dilakukan penjarangan.

Caranya, pada saat tanaman berumur 2-3 minggu lakukan penjarangan dengan cara mencabut rumpun tanaman yang kurang baik. Sisakan 2 rumpun tanaman untuk dipelihara hingga panen.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan dengan membersihkan rumput atau gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

  • Pembubunan

Setelah penyiangan selanjutnya dilanjutkan dengan proses pembubunan.

Lakukan pembubunan dengan cara menggemburkan tanah disekitar tanaman sorgum.

Setelah itu timbunkan tanah hingga menutupi pangkal batang tanaman sorgum.

Tujuan dari pembubunan adalah mengokohkan batang tanaman agar tidak mudah rebah serta merangsang terbentuknya akar-akar baru pada pangkal batang.

  • Pemupukan

Untuk mendapat hasil produksi yang maksimal, tanaman sorgum juga perlu dipupuk. Pupuk yang digunakan adalah 200kg urea, 100kg TSP atau SP36 san 50kg KCL.

Pemupukan tanaman sorgum dilakukan 2 kali. Pemupukan pertama sebanyak 1/3 bagian dilakukan pada waktu tanam sebagai pupuk dasar. Pemupukan kedua sebanyak 2/3 bagian dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan setelah tanam.

Panen

Tanaman sorgum bisa dipanen pada umur 3-4 bulan tergantung varietas.

Ciri-ciri tanaman sorgum siap dipanen adalah daun sorgum terlihat berwarna kuning dan mengering, biji bernas dan keras.