Cara Budidaya Alpukat Agar Cepat Berbuah

tanamanmart.com

saungtani.com – cara budidaya alpukat – Banyak kawan-kawan yang mengeluh, tanaman alpukat saya tumbuhnya lambat, banyak ulatnya, buahnya juga dikit. Ada pula pohonnya yang sudah 5 tahun tapi tidak berbuah-buah.

Nah punyamu apa juga begitu?

Kalo iya coba cek apa ada kesalahan dalam teknis penanaman dan perawatannya. Atau bisa juga kurang tepat dalam memilih bibit dan varietasnya.

Pada artikel kali ini kita mengurai teknis menanam alpukat serta perawatannya yang tepat sesuai rekomendasi para pakar.

Sehingga harapannya tanaman alpukat kamu bisa tumbuh dengan subur, cepat berbuah pada usia 2-4 tahun (tergantung varietasnya), buahnya berlimpah dan berkualitas, dan bebas dari serangan hama ulat.

Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat

  • Kondisi dan PH tanah untuk alpukat

Seperti halnya tanaman buah lain, agar dapat tumbuh subur tanaman alpukat memerlukan tanah yang gembur, tidak mudah tergenang air, subur, dan banyak mengandung bahan organik. Beberapa jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat seperti tanah lempung berpasir, lempung liat, dan lempung endapan.

Untuk PH tanah yang bagus adalah 5,6 – 6,4.

  • Ketinggian lokasi budidaya

Secara umum tanaman alpukat dapat tumbuh dan berbuah pada segala kondisi tempat. Baik pada dataran rendah maupun tinggi antara 5 – 1500 mdpl.

Namun secara spesifik, terutama jika budidaya dilakukan skala besar, ada beberapa jenis alpukat yang lebih produktif jika ditanam pada dataran rendah dan ada varietas tertentu yang ideal bila ditanam pada dataran tinggi.

Beberapa varietas yang ideal ditanam pada dataran rendah seperti alpukat mentega, aligator, raja giri, kendil, dll. Sedangkat varietas alpukat yang ideal ditanam pada dataran tinggi misalnya miki dan wina.

  • Intensitas cahaya matahari

Kamu punya pohon alpukat yang sudah lama ditanam tapi tidak berbuah?? Mungkin usianya sudah 5 atau 6 tahun.
Coba cek apakah pohon alpukat kamu mendapat sinar matahari penuh? Atau mungkin terhalang pohon besar di sebelahnya?

Karena pada dasarnya tanaman buah alpukat membutuhkan cahaya matahari secara penuh 6-10 jam/hari. Karena cahaya matahari ini sangat berperan dalam mendukung proses fotosintesis.

Jadi pastikan pohon alpukat kamu mendapat cahaya matahari minimal 6 jam/hari.

Persiapan Benih Alpukat

Dalam budidaya tanaman apapun termasuk alpukat, menggunakan varietas unggul adalah sesuatu yang mutlak mesti dilakukan.

Kamu tidak mau kan penantianmu selama bertahun-tahun sia-sia karena bibit alpukat yang kamu tanam ternyata berasal dari bibit yang abal-abal.

Nah saat ini ada banyak sekali varietas alpukat unggul yang tersebar luas diseluruh daerah Indonesia. Mereka ini terbagi dalam 2 kelompok yaitu:

  • Kelompok varietas yang telah terdaftar di Kementrian Pertanian Indonesia (bersertifikat).
daunku.com
  • Dan kelompok yang belum terdaftar namun telah diakui keunggulannya oleh kalangan petani maupun pakar tanaman. Diantaranya Mentega, Aligator, Miki, Hana, Hass, Hawaii, Pluang, Arjuno / Pameling, dan masih banyak lagi . . .

Setelah kamu tahu varietas apa yang akan kamu tanam selanjutnya kamu tinggal mempersiapkan bibit yang ingin ditanam.

Bibit dapat kamu dapatkan ditempat penangkaran bibit yang terpercaya atau bisa membuat bibit sendiri.

Cara Menanam Alpukat

Cara menanam alpukat ini dibagi dalam 2 tahap yaitu pembuatan lubang tanam dan penanaman bibit ke lubang tanam.

  • Membuat lubang tanam

Sebelum membuat lubang tanam, bersihkan lahan dari gulma, ranting-ranting, bebatuan, dan hal-hal lain yang tidak perlu.

Gali lubang tanam dengan ukuran lubang tanam 50 x 50 x 50.

Jika kamu ingin menanam alpukat dalam jumlah banyak atau menanam dengan tujuan komersil buat jarak tanam alpukat yang baik dengan ukuran 9 x 12 m.

Saat penggalian, pisahkan antara tanah bagian atas dan bagian bawah. Lalu campurkan tanah yang bagian atas dengan pupuk kandang sebanyak 20 – 25 kg per lubang.

Biarkan lubang tanam selama 14 hari agar tanah dan lubang galian dapat terkena sinar matahari. Kamu juga dapat menyemprotkan fungisida untuk mencegah mikroba yang dapat menyerang perakaran.

Kamu juga dapat menaburkan kapur pertanian atau dolomite ke dalam lubang tanam sebanyak 0,5 – 1 kg per lubang untuk memetralkan PH tanah.

Kira-kira 1 minggu sebelum tanam, masukkan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 100 g per lubang.

  • Penanaman Bibit Alpukat

Keluarkan bibit dari polybag dengan cara merobek plastik polybagnya menggunakan gunting atau pisau tajam. Lakukan pekerjaan ini dengan sangat hati hati agar tidak merusak bibit.

Tanam bibit pada lubang sebatas pangkal batang leher batang. Atur posisi akar agar arahnya menyebar ke semua arah, Sehingga akar tidak menggerombol pada satu sisi.

Pastikan pada saat penanaman, bibit pada posisi tegak lurus agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Masukkan tanah galian ke dalam lubnag tanam dan padatkan tanah disekitarnya sehingga bibit dapat berdiri kokoh.

Lakukan penyiraman agar bibit dapat segera tumbuh. Untuk menghindari terpaan angin atau sinar matahari langsung beri ajir dan naungan pada setiap bibit yang ditanam.

Perawatan tanaman

Setelah bibit selesai ditanam, agar alpukat dapat tumbuh subur dan segera berbuah tentu saja harus dirawat dengan baik. Berikut ini langkah-langkah perawatannya.

Penyiraman

Saat tanaman masih muda atau belum beruisia 2 tahun sejak penanaman, lakukan penyiraman secara rutin 1-3 hari sekali agar pertumbuhan tanaman bisa optimal.

Karena pada saat tanaman masih berusia muda perakarannya sangat pendek dan sedikit sehingga belum mampu menjangkau air tanah.

Nah jika kamu sibuk dan tidak sempat melakukan penyiraman secara rutin, kamu bisa menyiasatinya dengan cara menutup permukaan tanah pada sekeliling tanaman dengan plastik mulsa atau menggunakan jerami setebal 10cm atau jika tidak ada bisa menggunakan batang pisang.

Tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban tanah sehingga kamu hanya perlu menyiram 1-2 kali seminggu.

Pemupukan

Tanaman alpukat bukan jenis tanaman yang memerlukan pemupukan terlalu sering. Pemupukan cukup dilakukan 6 bulan sekali (2x setahun).

Berikut ini panduan pemupukan yang tepat pada tanaman alpukat.

#. Pemupukan fase vegetatif (usia 6 bulan -4 tahun)

Fase vegetatif bisa dibilang sebagai masa remajanya pohon alpukat. Yaitu fase dimana tanaman berada dalam proses tumbuh kembang dan pembesaran dari masa mudah menuju masa dewasa.

Cara pemupukan alpukat yang baru tanam dilakukan pada usia 6 bulan dari masa tanam, setelah itu diulangi setiap 6 bulan sekali.

Jenis pupuk dan dosis yang diberikan adalah:

  • Pupuk Kandang (kambing/sapi)= 25 kg
  • Dolomite= 0,5 – 1 kg
  • Pupuk NPK= 150 gram (ditingkatkan 50 gram pada setiap pemupukan selanjutnya yaitu; 200 gr, 250 gr, 300 gr, dst…

#. Pemupukan Fase generatif

fase generatif merupakan fase dimana tanaman berada pada usia dewasa dan siap menghasilkan buah secara produktif.

Pada fase ini pemupukan dilakukan saat tanaman berusia 4 tahun dan diulangi setiap 6 bulan sekali.

Pupuk dan dosis yang diberikan yaitu:

  • Pupuk Kandang (kambing)= 50 kg
  • Dolomite= 1 kg
  • Pupuk Urea= 2,5 – 3,5 kg
  • Pupuk TSP= 3,5 kg
  • Pupuk KCL= 4 kg

Cara pemupukannya adalah buat parit sedalam 30cm mengelilingi batang alpukat dengan jarak 1 meter dari batang. Kemudian masukkan pupuk yang telah disiapkan ke dalam lubang dan tutup kembali dengan tanah.

Khusus untuk dolomite, cara aplikasinya adalah dengan ditabur merata di atas permukaan tanah mengelilingi tanaman.

Pemangkasan

Saat tanaman alpukat berusia 1 tahun setelah tanam, perlu dilakukan pemangkasan cabang dan ranting yang terlalu rapat, rusak, dan mati.

Jarak ideal antara cabang bawah dengan permukaan tanah minimal 1 meter, sehingga apabila terdapat cabang yang tumbuh lebih rendah dari itu sebaiknya dipangkas.

Kemudian, pertahankan ketinggian pohon alpukat antara 4 – 5 meter (dari permukaan tanah hingga ke pucuk pohon). Apabila ketinggiannya melebihi itu, segera potong batang pucuknya agar pohon tetap pendek dan minimalis.

Jika anda biarkan, maka ketinggian pohon alpukat bisa terus meningkat hingga belasan meter.

Demikian cara menanam alpukat yang benar semoga dapat bermanfaat.